Dongeng Untuk Anak Di Bawah 5 Tahun

Membacakan dongeng merupakan salah satu kegiatan positif untuk membantu tumbuh kembang anak dan merangsang sel otaknya untuk berkembang. Selain mampu merekatkan hubungan antara orangtua dan anak tentunya, anak-anak juga bisa lebih rajin untuk membaca setelah mendapat kegiatan mendongeng. Dongeng untuk anak di bawah 5 tahun sangatlah beragam, usahakan untuk pilih yang sederhana agar si kecil bisa memahaminya dengan mudah.

Ketika mendongeng, usahakan untuk menyisipkan mimik atau gerakan yang sesuai dengan cerita agar si kecil lebih tertarik. Bisa juga dengan menunjukan gambar tokoh-tokoh dalam cerita yang tengah dibacakan dan tidak lupa menyampaikan pesan moral dari isi dongeng. Berikut dongeng untuk anak di bawah 5 tahun yang menarik untuk dibacakan.

1. Kelinci dan Kura-Kura Sombong

Dongeng ini mengkisahkan tentang kelinci yang sombong karena merasa dirinya memiliki kemampuan berlari yang hebat. Suatu ketika ia menantang kura-kura untuk berlomba dengannya karena dia tau, dialah yang akan memenangkan pertandingan. Si kura-kura yang rendah hati menerima tantangan kancil, meski dia tahu kancil memiliki maksud buruk padanya.

Si kancil yang sudah merasa dirinya akan menang, kemudian mengabarkan ke seluruh penjuru hutan mengenai pertandingan larinya tersebut. Kelinci yang memang mampu berlari kencang memimpin pertandingan jauh meninggalkan kura-kura. Namun kura-kura tidak putus asa, dia terus berjuang menyusul meski dengan gerakan yang amat lambat.

Si kancil yang merasa masih tertinggal jauh dibelakang kemudian memutuskan tidur di dekat garis finish. Tanpa diduga, kancil tertidur amat pulas dan akhirnya kura-kura mampu memenangkan pertandingan. Nah pesannya adalah, tidak boleh sombong dan meremehkan kemampuan siapapun.

2. Singa dan Tikus

Di suatu siang di sebuah hutan, seekor singa sedang tertidur dengan nyenyak hingga seekor tikus terus menjahilinya. Singa yang bangun dengan keadaan marah kemudian menangkap tikus tersebut, namun si tikus yang ketakutan memohon maaf kepada sang singa. Sang singa lantas memaafkan tikus itu dan melepaskannya, si tikus yang amat bahagia kemudian berjanji akan membalas kebaikan singa.

Suatu hari, singa tertangkap jerat seorang pemburu, singa yang ketakutan akan dibunuh itu kemudian menangis semalaman. Tikus yang mendengar tangisan singa lantas membantu menggigit jaring itu hingga lepas dan singa mampu terbebas. Dari cerita ini pesan yang dapat dipetik adalah jangan pernah lupa akan kebaikan seseorang, balaslah kebaikan itu selagi mampu.

3. Kancil dan Kawanan Buaya

Suatu hari kancil merasa sangat kelaparan karena makanan ditempatnya banyak yang rusak akibat terjangan badai. Ia kemudian memutuskan pergi ke desa seberang,namun sialnya jembatan yang menghubungkan desa itu hancur karena badai semalam. Ketika tengah berfikir, tiba-tiba munculah pak buaya yang ingin memakannya karena dari dulu selalu gagal.

Kancil yang cerdik kemudian mengelabui buaya itu, namun buaya yang sudah geram tidak mempercayai tipu muslihat kancil. Berada di situasi genting, kancil tetap tenang dan berpura-pura rela dimakan oleh pak buaya dan kawanannya. Kancil memutuskan untuk meminta pak buaya dan seluruh rekannya untuk berbaris sampai seberang, ia berkilah ingin menghitung jumlah mereka.

Buaya yang sudah kelaparan dan percaya pada kancil kemudian berjajar sesuai yang kancil inginkan. Perlahan kancil mulai menghitung dan berhasil sampai di seberang, ia kemudian lari dan meninggalkan buaya yang terkena tipuannya lagi. Pesan yang bisa diambil dari cerita kancil adalah, jangan gegabah dan panik dalam menghadapi sebuah permasalahan karena semua ada solusinya.

4. Gerombolan Semut dan Belalang

Pada suatu siang yang terik, nampak gerombolan semut tengah bekerja mengumpulkan makanan ke dalam sarang mereka. Sedangkan diatas pohon belalang sambil menyanyi dan bersantai kemudian menyindir para semut yang bekerja siang bolong itu. Dia mengatakan bahwa semut terlalu bekerja keras mengumpulkan makanan untuk musim dingin yang masih lama datangnya.

Semut yang bijaksana kemudian mengingatkan belalang untuk segera mencari makanan agar ia tidak kelaparan ketika musim dingin tiba. Namun belalang yang pemalas itu malah kembali asyik bersantai dan terus menghabiskan hari-harinya dengan sia-sia. Musim dingin kemudian tiba, salju menebal dan tidak akan makanan yang tersedia, belalang mulai kelaparan dan menyesali perbuatannya.

Berbanding terbalik dengan belalang para semut asyik berpesta didalam sarang mereka sambil makan-makanan enak. Nah dari cerita diatas, pesan moral yang bisa diambil adalah kita harus mempersiapkan segalanya, jangan bermalas-malasan. Persiapan yang lebih matang dan menjauhi sifat malas bisa menjadi pengajaran yang baik untuk si kecil.

5. Angsa Bertelur Emas

Alkisah suatu hari di sebuah rumah sederhana, tinggallah sepasang suami istri petani yang memiliki angsa yang mampu bertelor emas. Setiap harinya angsa itu mengeluarkan sebuah telur emas satu buah yang biasa diambil oleh petani itu. Suatu ketika, suami petani itu berfikir kenapa harus menunggu telur satu per satu setiap harinya.

Jiwa tamak yang mulai menggerogoti istri petani pun membuahkan ide untuk menyembelih angsa itu, agar mendapat telur sekaligus. Kemudian petani itu membelah perut si angsa, tapi yang didapatkannya hanya daging saja. Mereka kemudian menangis dan menyesal karena telah kehilangan angsa tersebut.

Sejak saat itu, mereka harus bekerja karena sudah tidak memiliki penghasilan yang bisa digantungkan. Pesan moral yang dapat diambil dari kisah diatas adalah bahwa janganlah menjadi orang yang tamak. Bersyukurlah dengan apa yang diberikan Tuhan, dengan mendengarkan dongeng ini si kecil akan lebih memahami arti bersyukur.

Nah, diatas sudah dijabarkan mengenai beberapa dongeng untuk anak di bawah 5 tahun. Bisa dijadikan referensi bukan untuk membacakan kepada anak sebelum tidur? Selamat mencoba!